SEAMEO CECCEP dan UMB Gelorakan Nasionalisme di Tengah Pandemi Melalui Seminar Online

Seperti yang kita ketahui, tanggal 20 Mei ditetapkan menjadi Hari Kebangkitan Nasional. Dalam memperingati momen tersebut untuk ke-112 kalinya, pada tanggal 27 Mei 2020 SEAMEO CECCEP bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) menggelar webinar yang bertema “Membangun Moral Bangsa Selama Masa Pandemic COVID-19 Melalui Pendidikan Keluarga”. Jumlah peserta yang cukup fantastis menghiasi jalannya acara, yakni mencapai lebih dari 1100 orang. Hal ini dikarenakan para narasumber utama yang diisi oleh sosok-sosok ternama.

Dalam sesi Pembukaan, Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa pendidikan karakter telah menjadi suatu tantangan di masa pandemi ini, karena anak harus melakukan pembelajaran dari rumah. Sedangkan, orang tua sebagian besar juga bekerja. Karena itu diskusi mengenai pendidikan moral dan karakter dirasa penting untuk dilaksanakan. Selain itu, disampaikan juga adanya kebijakan pemerintah untuk mulai membuka sekolah-sekolah di 108 Kabupaten/Kota yang dianggap zona hijau (cukup aman). Hal ini diharapkan menjadi kabar baik untuk menyelamatkan pendidikan karakter.

Pemateri pertama adalah Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung. Topik yang dibasa berjudul “Moral dan Karakter Bangsa yang Sesuai dengan Tuntutan Perkembangan Zaman”. Beliau menyampaikan bahwa saat ini terlihat gejala dimana masyarakat lebih mengutamakan mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara moral dan akhlak dikesampingkan. Beliau mengingatkan perlunya penyeimbangan antara pendidikan moral dan akhlak dengan perkembangan dunia (ilmu pengetahuan dan teknologi). Solusi yang bisa diambil dalam masa pandemi ini adalah dengan memberdayakan anggota keluarga, atau mendatangkan guru untuk menjamin pendidikan karakter anak.

Melalui Ir. Hendarman, M.Sc., Ph.D selaku Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud, kita mengetahui bahwa Karakter Bangsa diambil dari 4 falsafah: NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Agar bisa menerapkan nilai-nilai karakter bangsa tersebut, orang tua bisa menerapkan pola pengasuhan positif. Tentunya peran guru dan masyarakat tidak bisa dipisahkan dari pola ini. Hal positif yang bisa diambil selama pandemi adalah ditemukan bahwa Kemitraan antara Sekolah, Keluarga dan Masyarakat secara alami sudah terbentuk. Kemudian partisipasi orang tua terhadap pendidikan anak juga dilihat meningkat. Diharapkan, tayangan yang disediakan oleh Kemendikbud bisa membantu pendidikan karakter anak di rumah.

Dari materi Dr. H. Muchlas, M.T. selaku Rektor UAD, masalah-masalah pendidikan keluarga di Indonesia ada tiga kelompok utama, yakni Jumlah perceraian yang tinggi; sikap lupa mengurus lansia; serta kebahagiaan anak yang masih rendah. Masalah-masalah ini mencerminkan hilangnya nilai luhur sebagai dasar pendidikan keluarga. Maka dari itu, selama masa pandemic ini operasional dari nilai nilai luhur kebangsaan diharapkan dilakukan melalui cara menciptakan kehidupan beragama dalam keluarga; meluangkan waktu yang cukup untuk bersama keluarga; interaksi sesama anggota keluarga harus menciptakan hubungan yang baik; serta menciptakan hubungan yang baik sesama anggota keluarga dengan saling menghargai.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Ghani, M.Pd selaku Wakil Rektor 1 UHAMKA Jakarta menyampaikan materi berjudul “Nasionalisme di Tengah Pandemi COVID-19”. Di tengah masa sulit seperti pandemi ini, banyak masalah baru yang mengancam nasionalisme atau persatuan kesatuan bangsa seperti banyaknya usaha yang terpaksa berhenti dan mengancam kestabilan. Untuk mengatasi ini, beliau mengingatkan kita bahwa COVID-19 adalah musuh bersama, seperti layaknya jaman penjajahan. Maka, perjuangan bangsa melawan COVID juga adalah bentuk nasionalisme. Diharapkan pluralisme yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dapat menjadi sumber kekuatan Negara.

Sebagai pemateri terakhir, Direktur SEAMEO CECCEP, Dr. Dwi Priyono, M.Ed menyampaikan bahwa kita harus mempersiapkan peserta didik dengan IT karena pembelajaran tidak bisa ditunda apalagi ditiadakan di tengah masa pandemi ini. Sangat penting bagi orang tua agar bisa membentuk anak sehingga memiliki kemampuan: manajemen waktu, menunggu, menghormati orang lain, disiplin, kreatif, bisa bersosialisasi, hidup teratur dan rapi, juga jujur. Perlu peran aktif orang tua untuk terus mengikuti perkembangan sehingga sadar akan kondisi yang mengancam perkembangan anak, dan menjadi teladan untuk bisa memperbaiki perilaku-perilaku anak sehingga menjadi karakter baik.

Seluruh materi dalam webinar ini bisa diunduh melalui: bit.ly/matericeccep3

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *