Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/seameoce/public_html/web/wp-includes/post-template.php on line 293

Bermain Sebagai Metode Belajar

Kata siapa belajar harus selalu serius? Mungkin benar jika yang belajar adalah anak yang sudah beranjak remaja. Namun, untuk anak-anak yang lebih muda apalagi belum masuk usia sekolah, bermain bisa menjadi salah satu metode belajar. Tujuan belajarnya tidak perlu muluk, cukup sampai pada pemahaman sederhana mengenai lingkungan dan manusia yang ada di sekitarnya. Anak-anak tidak perlu merasa terbebani, sebab jika mereka menjalankannya dengan senang, belajar pun akan terasa menyenangkan.

Ketika anak bermain, dia tidak berencana untuk belajar, melainkan spontanitas belaka. Pun begitu,  dalam prosesnya anak belajar banyak hal. Belajar memang sesuatu yang rumit dan luas, tetapi bermain sebagai metode belajar itu sangat mungkin dilakukan. Sambil bermain, banyak keahlian yang dapat dipelajari oleh anak-anak, seperti belajar berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Kadang masalah muncul saat anak-anak bermain bersama, tetapi itu adalah bagian dari proses pembelajaran.

Anak-anak belajar banyak hal melalui permainan, sehingga orang tua dapat menggunakannya sebagai metode pembelajaran. Orang tua bisa mengajak anak bermain dengan menyebutkan nama benda atau nama perasaan, atau bisa juga dengan bermain peran. 

Bermain peran membuat anak-anak memiliki rasa empati terhadap anak lain yang berbeda. Dengan bermain peran, anak bisa belajar bersosialisasi dan menyelesaikan konfliknya sendiri. Bermain peran juga berguna dalam mengenalkan anak pada perbedaan pendapat, pandangan, dan tujuan orang lain. Dalam bermain peran, anak juga bisa dilatih untuk mempertahankan pendapatnya. Permainan peran ini tidak perlu dibuat terlalu rumit. Anak bisa memerankan karakter favorit dari film kartun kesukaan mereka, lalu orang tua mengajukan pertanyaan sederhana mengenai karakter tersebut.

Melalui proses belajar dalam bermain peran, anak dapat mengembangkan citra diri mereka. Ia dapat melihat dirinya melalui mata orang lain sekaligus mengembangkan empatinya. Bermain juga dapat memuaskan imajinasi, terutama di saat anak tidak bisa pergi ke mana-mana, seperti di masa pandemi.

Guru di sekolah juga bisa menggunakan permainan sebagai metode belajar, supaya siswa tidak cepat bosan. Bagi siswa, belajar sambil bermain adalah salah satu metode belajar yang efektif dan menarik. Melalui metode pembelajaran ini, anak menjadi lebih aktif, cerdas, dan kreatif. 

Dengan metode ini anak diharapkan tidak akan merasa berada dalam struktur akademis yang kaku, tetapi berada dalam struktur yang luwes.  Lingkungan belajar dibuat bersahabat dengan anak sehingga mereka merasa tidak asing. Ini bukan berarti pembelajaran harus disampaikan dengan 100% bermain, sekolah pun tetap harus memiliki struktur dan kurikulum yang jelas.

Apa Saja Manfaat Bermain Bagi Si Kecil?

Keingintahuan anak akan banyak hal sangat jelas terlihat dalam cara mereka bermain.  Banyak yang dapat dipelajari anak selama bermain. Anak bisa mengenal berbagai macam gerak. Orang tua bisa membantu memaksimalkan perkembangan fisik dan motorik si kecil, sebab bergerak merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Salah satu contohnya adalah koordinasi mata dan tangan ketika sedang menggambar, menulis, atau merakit balok Lego.

Kemudian, bermain juga mengembangkan komunikasi anak. Kemampuan berbahasa merupakan hal yang esensial. Hal ini dapat ditingkatkan dengan mengajak anak belajar sambil bermain. Lewat komunikasi, kosakata yang diketahui si kecil akan semakin bertambah. Ajaklah anak menebak nama-nama benda yang sudah diajarkan, ini pun akan melatih daya ingatnya. 

Bermain juga meningkatkan kemampuan berpikir. Aspek kognitif (daya pikir) anak dapat dikembangkan lewat berbagai permainan. Selama kegiatan bermain, secara tidak langsung ada pengetahuan yang disampaikan dan dapat melatih si kecil untuk berpikir secara aktif. Namun, yang harus tetap diingat adalah materi yang disesuaikan dengan usia anak. Jangan memaksakan balita untuk menguasai materi yang seharusnya diajarkan pada anak usia Sekolah Dasar. 

Dengan manfaat-manfaat yang telah disebutkan di atas, bermain tentunya juga bisa menjadi salah satu metode pembelajaran. 

Apa Itu Metode Pembelajaran? 

Metode pembelajaran adalah cara sistematis dalam bentuk konkret berupa langkah-langkah untuk mengefektifkan pelaksanaan suatu pembelajaran. Metode pembelajaran adalah salah satu elemen yang menciptakan efektivitas pendidikan. Belajar sambil bermain biasanya digunakan sebagai pelengkap penerapan strategi-strategi atau jenis-jenis pengajaran lain. 

Banyak sekali manfaat belajar sambil bermain yang tidak disadari oleh orang tua atau guru.  Di balik permainan yang sederhana seringkali ada ringkasan kehidupan nyata yang akan dihadapi sang anak kemudian hari.

Untuk balita, tidak perlu terlalu serius sampai membuat kurikulum. Apalagi jika sang anak belum masuk sekolah. Metode belajar sambil bermain ini cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh orangtua juga. Mengapa? Anak bisa belajar sekaligus bermain dalam waktu yang bersamaan. 

Pelajaran yang terlalu terstruktur berpotensi membuat anak bosan. Materi yang bagus akan sulit masuk ke dalam otak anak jika disampaikan dengan cara yang kaku dan membosankan. Melalui metode belajar sambil bermain, siswa mampu belajar seiring dengan kegiatan bermain, contohnya dengan menggunakan balok untuk mengajarkan penambahan dan pengurangan sederhana. 

Belajar sambil bermain juga bisa menambah keterampilan anak-anak dalam berpikir secara kritis, sportivitas dan kerjasama dengan kelompok, jika dilakukan bersama dengan anak lainnya. Dengan bermain dalam kelompok, anak bisa paham bahwa tidak semua anak sama seperti dirinya. Ada anak yang memiliki kepribadian yang berbeda, atau mungkin berbeda cara dalam mengekspresikan emosinya. Lewat proses ini, anak akan belajar bersosialisasi. 

Salah satu permainan untuk mengasah kerjasama dalam kelompok adalah permainan bersama yang menggunakan tepuk tangan dan berirama. Jumlah tepukan bisa diatur sambil menyebutkan kata tertentu (nama binatang, misalnya), lalu dilanjutkan oleh temannya. Permainan ini cukup seru dan menyenangkan untuk anak-anak.

Permainan-permainan ini bisa dijadwalkan oleh orang tua, misalnya Senin bermain balok lego, Selasa bermain peran, Rabu bermain tebak-tebakan gambar, Kamis bermain petak umpet, Jumat bermain sambil membersihkan rumah. Ini berlaku untuk anak yang berusia di bawah lima tahun. Untuk anak yang telah berusia sekolah dasar, di dalam permainan dapat diselipkan eksperimen sains yang tidak terlalu rumit dan tidak membebani anak. Sementara, anak-anak di bawah usia sekolah belajar dengan caranya sendiri. Jangan dipaksakan untuk bisa berhitung yang rumit, misalnya. 

Kesalahan yang paling umum dilakukan oleh guru dan orang tua adalah mereka kerap mengajarkan anak sesuai dengan jalan pikiran orang dewasa. Apalagi jika ditambah target yang seringkali tidak realistis. Ini menjadi masalah baru, karena yang diajarkan oleh orang tua dianggap terlalu rumit dan sulit diterima oleh anak.

Jika orang tua memberikan target yang tidak realistis, anak akan mudah lelah karena otaknya belum mampu mencerna semuanya. Alih-alih senang dalam belajar, anak-anak justru akan menjadi stres. Orang tua juga sering lupa bahwa dirinya dahulu adalah anak-anak sehingga memaksakan sudut pandang orang dewasa kepada anak-anak mereka. Oleh sebab itu, orang tua juga perlu memahami pola tumbuh kembang anak agar dapat memberikan materi yang sesuai dengan perkembangan usianya.

Sumber:

https://www.kompasiana.com/nabupaloh/550d5ef9813311502cb1e2cc/belajar-sambil-bermain-learning-by-games

Belajar sambil bermain

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Belajar%20Sambil%20Bermain.pdf

Seminar “Mendidik Anak” di Sekolah Teruna Bangsa Klaten, 29 Oktober 2010 Belajar Sambil Bermain: Metode Mendidik Anak Secara Komunikatif Oleh: Susana Widyastuti, M.A. 

https://www.unicef.org/sites/default/files/2018-12/UNICEF-Lego-Foundation-Learning-through-Play.pdf
UNICEF Lego Foundation: Learning through  play

https://www.enervon.co.id/news/1650/anak-belajar-sambil-bermain-ketahui-5-manfaat-baiknya/

Anak Belajar Sambil Bermain Ketahui 5 Manfaat Baiknya

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *