Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/seameoce/public_html/web/wp-includes/post-template.php on line 293

Mudah dan Bermanfaatnya Bermain Bersama Anak Usia 0-12 Bulan

Seringkali orang tua bingung bagaimana caranya bermain dengan bayi yang kemampuan geraknya masih sangat terbatas. Pada akhirnya, tak sedikit orang tua yang terlupa menstimulasi perkembangan bayi karena dianggap masih belum paham dengan ajakan bermain. Padahal, stimulasi di usia awal kehidupan akan menjadi pondasi kokoh dalam tahap tumbuh kembang anak selanjutnya. 

Jadi, bermain seperti apa yang cocok untuk bayi usia nol hingga satu tahun?

Dilansir dari laman Califorrnia Childcare Health Program, beberapa hasil penelitian terbaru terhadap otak anak menunjukkan bahwa lingkungan sekitar bayi banyak memberikan pengaruh dalam perkembangannya ketika kelak tumbuh menjadi seorang anak, bahkan hingga ia dewasa. Di tahun pertama kehidupan bayi, otak sibuk membentuk sistem yang saling terkoneksi. Aktivitas di otak akan membuat koneksi elektrik kecil yang dinamakan sinaps. Jumlah stimulasi yang diterima oleh bayi akan langsung berpengaruh ke banyaknya sinaps yang terbentuk. Stimulasi yang konsisten dan berulang dapat menguatkan koneksi-koneksi ini hingga kelak menjadi permanen. Jika stimulasi tidak dilakukan, tentu saja tidak akan tersimpan dalam memori di otak. 

Lalu, stimulasi apa yang paling bayi butuhkan?

Pernahkah Sahabat CECCEP mendengar informasi tentang baby gym atau senam bayi? Beberapa tahun terakhir, layanan baby gym yang dibuka untuk bayi berusia tiga hingga dua belas bulan semakin diminati oleh masyarakat perkotaan. Bagi beberapa orang tua, hadirnya layanan baby gym menjadi salah satu penolong dalam rangka memilih aktivitas yang cocok untuk bayi mereka. Aktivitas yang ditawarkan tentu tak jauh dari aktivitas menstimulasi bayi supaya tumbuh kembangnya semakin optimal. Kelas-kelas yang ada ternyata selalu melibatkan kedua orang tua untuk ikut dalam setiap aktivitas di kelas baby gym

Sepenting apakah aktivitas ini untuk dilakukan? Pada dasarnya bukan hal sulit untuk melakukan aktivitas senam bayi di rumah sendiri. Semua bisa dilakukan lewat permainan sederhana bersama bayi di rumah. Aktivitas senam bayi pun bukan satu-satunya aktivitas yang bayi butuhkan dalam tahap awal perkembangan hidupnya. Ada banyak alternatif lainnya. Namun, yang tetap perlu diperhatikan adalah pilihan aktivitas yang disesuaikan dengan usia bayi. Dengan kondisi fisik yang masih terbatas kemampuannya, tentu saja aktivitas yang dipilih jangan sampai mencederai kondisi fisik dan mental bayi.

Terlahir ke dunia merupakan salah satu momen besar dalam linimasa hidup manusia. Banyak perubahan drastis yang dialami bayi dari tempat tinggal terdahulu, yaitu di rahim ibunya, ke tempat tinggal barunya, yaitu dunia. Saat di rahim, janin mendapatkan makanan dari plasenta sang ibu. Setelah lahir, ia perlu memiliki keterampilan mengisap, mengulum, mengunyah, menggigit, dan menelan makanan yang lebih padat. Saat di rahim, janin merasakan dekapan hangat di dalam ketuban ibu. Begitu lahir, rasa dingin, silau, dan bising menjadi hal baru yang dirasakan oleh indera-inderanya. Hal inilah yang bisa dijadikan pijakan dasar bagi orang tua dalam memilih aktivitas yang cocok untuk anak di usia nol sampai satu tahun. Aktivitas yang merangsang penggunaan indera dan kemampuan motorik sangat penting bagi bayi untuk berkenalan dengan dunia barunya.

Dapatkah baby gym dilakukan di rumah?

Dapat kita amati bahwa aktivitas pada baby gym tentu tidak sama dengan kegiatan gym orang dewasa yang identik dengan angkat berat, lari di treadmill, maupun senam aerobik. Kegiatan pada senam bayi ini berupa stimulasi untuk aktivitas motorik seperti menggerakkan kedua lengan bayi ke atas kepala lalu mengembalikannya ke posisi semula, menekuk kedua tungkai kaki bayi secara lembut seakan sedang mengayuh sepeda, dan membolak-balikkan tubuh bayi hingga nantinya ia bisa berguling sendiri. Semua aktivitas ini sangat  bisa dilakukan di rumah. Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya lokasi stimulasi yang aman, seperti matras yang tebalnya cukup dan bayi terhindar dari resiko jatuh maupun terbentur. Penggunaan alat bantu seperti mainan yang bisa berbunyi dan yang berwarna kontras supaya menarik perhatian bayi untuk menggerakan tubuhnya juga bisa digunakan. Senam bayi ini dapat mencegah bayi mengalami keterlambatan tumbuh-kembang. Konsultasi dengan dokter anak tentu dibutuhkan, terutama jika bayi memiliki kondisi khusus.

Bagaimana cara menstimulasi panca indera bayi agar berkembang maksimal?

Selain stimulasi untuk perkembangan motoriknya, indera bayi juga sedang berkembang. Saat lahir, kemampuan melihat bayi berbeda dengan orang dewasa. Meski begitu, perkembangannya di bulan-bulan awal kehidupan akan terjadi secara signifikan. Di satu bulan pertamanya, mungkin bayi akan tertarik terhadap warna-warna kontras dengan batas penglihatan sejauh 25 sentimeter, atau sekitar jarak pandangannya ke wajah sang ibu saat menyusui. Semakin bertambah usianya, kemampuan melihatnya pun semakin berkembang. Orang tua dapat membantu perkembangan ini dengan melakukan stimulasi bertahap seperti memberikan mainan gantung untuk dijangkau, menggerakkan mainan untuk dikejar, hingga menyembunyikan mainan di balik bantal untuk dicari. Sangatlah bijak untuk membatasi paparan layar terhadap bayi berusia di bawah 18 bulan. 

Riset terbaru pada tahun 2016 yang dilakukan oleh American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan anak usia di bawah 18 bulan agar dihindarkan dari media layar sebisa mungkin, selain penggunaan fasilitas video chatting dengan orang tua, kakek-nenek, ataupun anggota keluarga lainnya. Hal ini dilakukan untuk perawatan kesehatan mata bayi dan juga merangsang bayi untuk tetap lebih aktif bergerak.

Indera pengecap bayi akan mulai bereksplorasi lebih dari sekadar mengecap ASI saat usianya memasuki enam bulan, yaitu saat memasuki tahap makan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Memberikan makanan yang bervariatif dari segi warna, tekstur, rasa dan jumlah, tentu akan memberikan pengalaman yang lebih kaya dibandingkan jika terus menerus diberi bubur bayi MPASI instan dalam kemasan. Taruhlah rebusan wortel, labu siam, kentang seukuran jari untuk dapat digenggam dan dimakan sendiri oleh bayi.

Menstimulasi fungsi kognitif-motorik pada bayi sejak dini.

Sentuhan, bunyi-bunyian, mengenali bentuk, dan mencium beragam aroma sangat dibutuhkan bayi. Mainan favoritnya untuk bisa mendapatkan hal-hal tersebut adalah dari tubuh orang tua atau pengasuh utamanya. Bayi sangat senang mendengar orang tua bercerita, bergerak, memandikan, memeluk, dan berbicara dengannya. Berbicara dengan bahasa yang baik juga sangat disarankan diberikan kepada bayi. Selain untuk perkembangan kemampuan berbahasa, hal tersebut juga ternyata merangsang perkembangan kognitif di otak bayi. Saat hal-hal menarik ini dilakukan bersama orang tuanya, rasa penasaran, pemusatan perhatian, penggunaan memori, perkembangan sistem syaraf, dan kecintaannya dalam mempelajari sesuatu yang baru ikut bertumbuh.

Penggunaan mainan yang aman bagi bayi, seperti tidak berbulu banyak, berukuran tidak terlalu kecil supaya bayi terhindar dari tersedak, dan mempunyai tekstur yang tidak melukai, dapat digunakan sebagai alat bantu. Namun, jika tidak ada bukan berarti kita tidak bisa bermain dengan bayi. Ingat, tubuh dan kehadiran orang tua yang menjadi mainan kesukaannya. Menggendong, memeluk, dan berendam bersama tentu akan menjadi pengalaman menyenangkan yang turut menstimulasi banyak hal dalam tumbuh kembang bayi. Professor di bidang neuropsikologi, Van der Meer, yang telah melakukan banyak studi terhadap aktivitas otak di ratusan bayi menekankan pentingnya saat bermain agar bayi selalu aman terawasi dan distimulasi dengan tepat sesuai dengan perkembangan otaknya. Jangan tergesa-gesa. Ikuti setiap tahapnya dengan sukacita sambil terus memerhatikan kesiapan bayi, apalagi terhadap anak-anak yang memiliki kondisi khusus. Yuk, cium dan usap lembut si bayi imut kesayangan sekarang!

Sumber referensi: 

  1. Building Baby’s Intelligence: Why Infant Stimulation Is So Important by Health and Safety Notes California Childcare Health Program (https://cchp.ucsf.edu/sites/g/files/tkssra181/f/buildbabyinten081803_adr.pdf)
  2. Baby Gym, Olahraga Menyenangkan yang Penuh Manfaat (https://www.alodokter.com/baby-gym-olahraga-menyenangkan-yang-penuh-manfaat)
  3. Infant Vision: Birth to 24 Months of Age (https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-health-for-life/infant-vision?sso=y)
  4. Panduan Screen Time untuk Anak Usia Dini (https://www.digitalmama.id/2017/05/screen-time-anak-usia-dini.html)

Babies Exposed to Stimulation Get brain Boost (https://www.sciencedaily.com/releases/2017/01/170102143458.htm)

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *