Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/seameoce/public_html/web/wp-includes/post-template.php on line 293

Ayo, Optimalkan Kecerdasan Musikal Buah Hati!

Sahabat CECCEP masih ingat dengan Joey Alexander, pianis imut asal Indonesia? Josiah Alexander Sila lahir di Denpasar, Bali, pada 2003. Sejak usia enam tahun sudah bermain piano. Pada usia delapan tahun, ia ber-jam session dengan pianis legendaris Herbie Hancock di Jakarta. Setahun berikutnya, Joey memenangkan grand prize di Master-Jam Fest di Ukraina yang dijejali musisi dewasa. Sejak itu, namanya makin dikenal di kalangan penikmat dan pegiat jazz.

Luar biasa sekali, ya, Sahabat CECCEP? Ada lagi kisah Yohanes De Capestrano Jambru Pasirua. Di usianya ke-12 tahun saat itu, ia mewakili Indonesia berlaga di Kejuaraan Dunia Seni Pertunjukan  atau World Championship Perfoming Arts (WCOPA) 2016 di Long Beach, California, AS, 7—19 Juli 2016. Berbeda dengan Joey yang mengenal musik sejak kecil, Canho baru mengenal dan tertarik pada musik pada usia 3 tahun. Meski demikian, keduanya memiliki persamaan, yaitu memiliki dan mampu mengembangkan kecerdasan musikal.

Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk, dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan berpikir atau mencerna musik,  menggunakan musik sebagai sarana berkomunikasi, menginterpretasikan bentuk dan ide musikal, serta menciptakan pertunjukan dan komposisi yang ekspresif. 

Howard Gardner, penggagas kecerdasan mejemuk (Multiple Intelligence) meyakini bahwa kecerdasan musikal menjadi pusat pengalaman manusia dan awal dari munculnya kecerdasan individu. Kecerdasan musikal terkait dengan jenis kecerdasan lainnya. Gardner menyatakan bahwa kemampuan bermusik berhubungan dengan memori suara. Sekian persenSebagian dari apa yang didengar seseorang akan masuk dalam alam bawah sadarnya dan menjadi bagian pokok dari daya ingatnya.

Pasti Sahabat CECCEP pernah mengalami dan melihat saat menyanyikan lagu, buah hati kita juga menggerakkan anggota tubuh tertentu. Misalnya, bertepuk tangan, mengentakkan kaki, menggelengkan kepala, dan lain sebagainya. Pada saat itulah, kecerdasan kinestetik akan muncul. 

Sering pula terjadi, buah hati kita tampak bahagia atau sedih ketika mendengar lagu tertentu. Emosi itulah yang menunjukkan bahwa buah kita tengah mengembangkan kecerdasan emosionalnya dengan menggunakan musik sebagai sarananya. 

Ciri Kecerdasan Musikal

Lalu, apa saja, ya, ciri buah hati yang memiliki kecerdasan musikal? Yuk kenali ciri atau tanda kecerdasan musikal berikut, Sahabat CECCEP. Buah hati yang memiliki kecerdasan musikal akan menunjukkan hal berikut;

  1. tertarik dengan alunan musik,
  2. senang bersenandung,
  3. dapat membuat lirik lagu sendiri,
  4. mampu menghafal lagu,
  5. mampu mengenali tinggi dan rendahnya nada,
  6. mampu mengenali nada yang tidak tepat,
  7. mampu mengobservasi lagu secara keseluruhan,
  8. selalu mendengarkan musik,
  9. mendengarkan jenis musik sesuai dengan moodnya,
  10. tertarik mempelajari alat musik,
  11. meminta untuk diikutkan dalam les/ kursus musik,
  12. mampu mengingat irama dengan hanya mendengarkan beberapa kali saja, dan
  13. suka menghadiri/ menyaksikan konser musik.

Stimulasi Kecerdasan Musikal

Lalu bagaimana cara menstimulasi kecerdasan musikal ini, ya, Sahabat CECCEP? Tentu saja stimulasi yang bisa Sahabat CECCEP lakukan adalah melakukan berbagai aktivitas terkait musik. Nah, berikut beberapa alternatif kegiatan yang bisa Sahabat CECCEP lakukan bersama buah hati:

  • Mengajak buah hati bersenandung atau bernyanyi bersama.

Pada saat buah hati masih bayi, Sahabat CECCEP bisa memperdengarkan musik secara rutin. Dengan demikian diharapkan buah hati akan familiar dengan musik. Selain itu, Sahabat CECCEP juga bisa bersenandung pada saat menimang atau meninabobokannya. Jika buah hati sudah mulai bisa berbicara atau merespon, Sahabat CECCEP bisa mengajaknya bernyanyi bersama. Pada saat bernyanyi, Sahabat CECCEP dan buah hati juga bisa sambil menggerakkan tubuh, dan bahkan menari. Dengan demikian tidak hanya kecerdasan musikalnya saja yang terstimulasi, tetapi juga kecerdasaan kinestetiknya.

  • Bermain tebak bunyi.

Permainan tebak bunyi dapat dilakukan bersama buah hati, lho, Sahabat CECCEP. Ajak buah hati mengenali atau menebak berbagai bunyi yang sudah direkam terlebih dahulu. Seandainya tidak direkam, Sahabat CECCEP bisa memanfaatkan teknologi misalnya dengan mengunduh aplikasi permainan tebak bunyi. Bunyi yang ditebak bisa beragam, Sahabat CECCEP. Suara burung, jangkrik, gajah, ayam, atau hewan yang lain pun bisa menjadi alternatif bunyi yang dibuat untuk ditebak bersama. Buah hati juga bisa dikenalkan dengan tangga nada dengan memanfaatkan alat musik. Bahkan jika Sahabat CECCEP cukup mampu menirukan suara-suara secara manual, permainan ini akan sangat seru, lho. 

Lakukanlah bergantian, buah hati yang menirukan suara atau memainkan bunyi pada alat musik, lalu Sahabat CECCEP yang menebaknya. Dengan demikian, diharapkan kecerdasan musikal buah hati dapat semakin berkembang. Selain itu kreativitasnya juga semakin terasah.

  • Bermain konser bersama.

Permainan konser bersama ini bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai alat musik yang sudah dikuasai Sahabat CECCEP dan buah hati. Ada banyak mainan alat musik seperti piano, drum, pianika, dan lain sebagainya. Semakin banyak anggota keluarga yang terlibat tentunya akan semakin seru, Sahabat CECCEP. Jika pandemi sudah berakhir, berilah kesempatan pada anak untuk melakukan permainan konser bersama ini dengan teman-temannya. Dengan demikian selain kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonalnya juga dapat berkembang. 

Sebagaimana telah diuraikan di atas, kecerdasan musikal terkait dengan kecerdasan lain. Oleh sebab itu, mari optimalkan kecerdasan musikal buah hati kita, Sahabat CECCEP. Setelah mengetahui pengertian, ciri, dan cara menstimulasi kecerdasan musikal ini, Sahabat CECCEP bisa melakukan inovasi permainan bersama buah hati. 

Selamat bersenang-senang dengan buah hati.

Referensi:

https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/tiffany/tanda-anak-dengan-kecerdasan-musikal/2

https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20150514130501-227-53263/jemari-pianis-cilik-indonesia-menyihir-dunia

https://nasional.kompas.com/read/2016/06/30/20444151/canho.pasirua.kisah.pianis.cilik.indonesia.untuk.ajang.internasional?page=all

https://www.ayahbunda.co.id/balita-psikologi/menstimulasi-8-jenis-kecerdasan-anak-

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *