Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/seameoce/public_html/web/wp-includes/post-template.php on line 293

Mainan dan Permainan yang Sesuai Tahap Usia

Di masa pandemi seperti sekarang ini, Sahabat CECCEP pasti membatasi aktivitas anak di luar rumah. Pilihan bermain di dalam rumah rasanya jadi serba terbatas. Meski demikian, sebagai orang tua, kita perlu tetap memperhatikan beberapa hal terkait permainan yang bisa dilakukan bersama anak. 

Pernahkah Sahabat CECCEP pergi ke toko mainan dan membeli mainan yang ternyata tidak sesuai dengan usia anak? Misalnya, nih, membeli alat musik untuk menstimulasi kecerdasan musikal anak. Ternyata setelah dilihat, mainan tersebut tidak sesuai dengan usia anak. Duh, gimana tuh kalau begitu?

Pentingnya Bermain bagi Anak

Bermain menjadi aktivitas yang penting bagi perkembangan psikologi anak. Dengan membebaskan anak untuk bermain, kita membantu anak menciptakan dan menjelajahi dunia dalam imajinasinya serta dapat mengatasi perasaan ketakutannya dengan cara mempraktikkan peran sebagai orang dewasa. Saat diberikan kebebasan tersebut, permainan dapat membantu anak mengembangkan rasa kepercayaan diri dan ketahanan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan demikian, Sahabat CECCEP perlu mengetahui beberapa kriteria mainan yang baik, seperti mainan seharusnya menarik bagi anak, cocok dengan kemampuan fisik anak, menunjang perkembangan mental dan sosial anak, tahan lama, aman, dan sesuai dengan usia anak. Fase-fase perkembangan penting dalam usia anak juga perlu dijadikan sebagai bahan pertimbangan saat memilih mainan untuk anak.

Kriteria Mainan untuk Anak

Sahabat CECCEP, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih mainan untuk anak. Yuk, kita perhatikan kriteria pemilihan maninan untuk anak berikut ini:

  • Kisaran usia. Usahakan memilih mainan sesuai dengan usia anak. Di tiap mainan biasanya disertakan label rentang usia penggunanya. Seperti misalnya anak berusia di bawah tiga tahun yang masih memasukkan benda-benda ke mulutnya, tentu akan menjadi berbahaya ketika anak bermain dengan mainan yang berukuran kecil.
  • Potensi bahaya. Bentuk dan sudut yang membahayakan juga perlu dipertimbangkan saat memilih mainan untuk anak. 

  • Kualitas. Anak pada usia tertentu menyukai memasukkan mainan ke dalam mulutnya. Oleh sebab itu, kualitas bahan perlu dipertimbangkan. Jangan sampai mainan yang kita beli ternyata mengandung racun atau cat yang mudah terkelupas sehingga tertelan oleh anak.
  • Bahan alami. Utamakan memilih mainan dari bahan alami dan sudah teruji kualitasnya.
  • Manfaat edukatif. Sabahat CECCEP, pertimbangkan juga untuk memilih mainan yang bisa mendorong pertumbuhannya secara aktif, memicu daya imajinasi, mendorong eksplorasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Seperti puzzle, lego, balok, atau busy book.
  • Kreativitas dan aktivitas fisik. Tentu saja kriteria ini juga penting. Mainan yang kita beli sebaiknya bisa menstimulasi kreativitas dan aktivitas fisik anak kita. 
  • Awet pakai. Tentunya kita ingin memberi anak mainan yang bisa bertahan untuk beberapa waktu. Usahakan memilih dengan cermat mainan sebelum membelinya agar mainan tersebut bisa tahan untuk waktu yang lama. 

Permainan Sesuai Tahap Usia

Setelah mengetahui kriteria mainan yang akan dipilih, saatnya kita cek permainan yang sesuai dengan usia anak. Permainan perlu disesuaikan dengan usia anak. Jangan sampai maksud memberikan stimulasi kecerdasan melalui permainan malah tidak sesuai dengan tujuan itu. Berikut permainan yang sesuai dengan tahap usia anak:

  • 0—3 bulan

Pada rentang usia ini, Sahabat CECCEP belum perlu membelikan mainan untuk anak sebenarnya. Permainan yang dapat dilakukan adalah melakukan berbagai stimulasi dan komunikasi saat bersama anak dalam aktivitas sederhana. Misalnya saat mengganti popok, kita sambil mengajak anak berbicara. Kita juga bisa melakukan aktivitas terntentu sambil menyanyikan lagu. Dengan demikian, anak secara tidak langsung terstimulasi kecerdasan musikal dan kinestetiknya. 

  • 3—6 bulan

Permainan yang melibatkan bunyi dan gerak dinamis dapat diberikan pada rentang usia ini, Sahabat CECCEP. Hal tersebut dikarenakan pada usia tersebut, anak kita sudah bisa mengontrol gerak tangan dan kakinya. Ia juga mulai senang mengeksplorasi keadaan sekitarnya. Misalnya mainan yang bisa bergerak ke kiri dan kanan dan mengeluarkan bunyi. Lonceng kecil yang bisa digenggam anak bisa menjadi pilihan, lho. Saat memainkannya, ajak anak berkomunikasi, ya.

  • 6—9 bulan

Permainan yang sesuai pada rentang waktu ini adalah permainan yang melibatkan gerak dinamis. Bermain kejar-kejaran atau rumah-rumahan menjadi alternatif permainan yang bisa dilakukan Sahabat CECCEP bersama anak. Melempar dan mengejar bola juga menjadi pilihan permainan yang seru, lho, Sahabat CECCEP. 

  • 9—18 bulan

Pada usia ini, anak sudah mulai lancar berjalan dan berkomunikasi. Mengajak anak melakukan tebak lagu dan petak umpet menjadi alternatif permainan di rentang usia ini. Bermain peran juga bisa menjadi pilihan lain bagi Sahabat CECCEP. Mainan dokter-dokteran misalnya akan membuat permainan bermain peran jadi semakin seru.

  • 18 bulan ke atas

Daya imajinasi dan keinginan mengekplorasi semakin besar di usia ini. Oleh sebab itu mengajaknya bermain di halaman dan memperkenalkan dengan beragam aktivitas fisik di luar rumah menjadi pilihan yang bisa Sahabat CECCEP lakukan bersama anak. Perkenalkan juga dengan beberapa permaianan tradisional dan melibatkan interaksi sosial. Hal ini dimaksudkan agar berbagai kecerdasan anak dapat terstimulasi dengan baik. 

Nah, Sahabat CECCEP, selamat berkreasi membuat mainan dan permainan yang sesuai dengan usia anak. Selamat bermain dan bersenang-senang.

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *