Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/seameoce/public_html/web/wp-includes/post-template.php on line 293

Permainan Antirewel Untuk Batita

Keinginan tinggi dengan kemampuan terbatas? Itulah gambaran yang cocok untuk anak-anak usia satu hingga tiga tahun. Dengan kemampuan eksplorasinya yang berkembang sedikit demi sedikit setiap harinya, bertambah pulalah rasa penasaran mereka terhadap dunia. Namun, kemampuan terkait dengan tumbuh kembangnya yang memang belum sempurna ini membuat sebagian besar langkahnya menjadi terhambat. Akibatnya anak menjadi kesal dan mudah mengamuk. Wah, kalau sudah begini, ajak main saja, yuk!

Mengajak main anak batita memiliki tantangan tersendiri. Memang mereka lucu nan menggemaskan, tetapi jika salah langkah, harus bersiap dengan rengekan yang seakan tak berujung. Berikut ini adalah jenis-jenis permainan yang mudah menarik perhatian anak-anak batita, yaitu anak berusia satu hingga tiga tahun, yang minim rewel.

  • Kejar-kejaran

Kebutuhan stimulasi motorik kasar anak usia batita sangat tinggi. Mereka memanjat sofa, lemari, bangku dapur, meja makan, dan masuk ke samping kulkas. Orang tua kadang melihatnya sebagai aktivitas membahayakan dan kerap memberi label hiperaktif. Padahal, label hiperaktif memerlukan diagnosis ahli, baik dari dokter maupun psikolog. Sebetulnya, memang anak-anak ini sedang aktif bergerak dan membutuhkannya. Hal itu sangat wajar. Orang tua perlu memfasilitasi ruang geraknya dan menjadikan rumah aman untuk bergerak. Bertemu dengan lapang luas akan memunculkan binar-binar di mata anak. Kejar anak dengan berbagai cara, mulai dari melompat, merangkak, berjongkok, berlari maju, mundur, berjalan miring dan lain sebagainya, ia akan menyukainya dan ikut meniru.

  • Sensory Play

Sensory play adalah kegiatan bermain yang melibatkan indra, yaitu sentuhan, pengecapan, penciuman, keseimbangan, penglihatan, dan pendengaran. Umumnya, ini adalah permainan-permainan yang turut merangsang taktil tubuh supaya aktif. Bermain play dough (lilin mainan), meremas beras, bermain air, ikut mengupas bahan makanan, dan berani menceburkan diri ke lumpur adalah beberapa contohnya. Permainan-permainan ini penting bagi anak karena secara tidak disadari turut melatih meningkatkan kepekaan anak terhadap lingkungan sekitarnya. Yuk, ah, jangan takut kotor dan berantakan.

  • Storytelling

Menyimak orang tua membacakan buku atau mendongeng dengan intonasi seru memilik daya tarik tersendiri bagi anak. Storytelling juga menjadi salah satu jalan mudah bagi orang tua untuk menanamkan nilai baik kepada anak tanpa terasa menggurui. Pilihlah tema cerita yang sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan kepada anak, tentang membereskan mainan, bermain bersama teman, jenis-jenis perasaan, atau pun kebaikan di balik tidur dengan kamar gelap. Saat ini sudah banyak pilihan buku dengan berbagai tema. Namun, jika tidak ditemukan buku yang dimaksud, bukan berarti orang tua tidak bisa mengarang ceritanya. Buat saja, apalagi jika ditambah dengan iringan lagu buatan sendiri. Anak akan betah menonton ‘pertunjukan’ ini.

  • Permainan ‘Tanpa Aturan’

Tanpa aturan? Berantakan, dong? Nah, yang dimaksud di sini adalah permainan yang belum atau tidak memerlukan aturan baku. Anak bebas bereksplorasi dengan caranya sendiri tanpa diatur cara bermainnya oleh orang dewasa. Biarkan anak menemukan ide dan caranya sendiri, orang tua mengikuti. Contoh permainan tanpa aturan misalnya, menyediakan bantal, selimut, dan dus bekas. Jika anak-anak tiba-tiba menjadikannya rumah-rumahan, mobil, kandang, atau tempat parkir, ikuti saja tanpa dikomentari. Open-ended game seperti ini akan membuat anak betah bermain dan imajinasinya berkembang tanpa batas.

  • Bermain Soliter

Setelah lepas masanya sebagai bayi, batita mulai menyadari ada manusia lain selain dirinya dan kedua orang tuanya. Awalnya, sebagian anak akan mengalami masa takut bertemu orang lain, sebagian lainnya ada yang langsung akrab, tidak mengapa. Meskipun anak-anak sudah mau bergabung untuk bermain bersama sebayanya, itu tidak berarti mereka langsung bisa bermain dalam kelompok. Biasanya, meskipun di ruangan yang sama, mereka akan tenggelam dalam aktivitasnya masing-masing. Inilah yang disebut bermain secara soliter. Tidak perlu memaksakan untuk bermain bersama ataupun mengajak berbagi, karena di masa batita ini mereka juga sedang berada dalam fase egosentris, belum paham keharusan berbagi.

  • Jelajah Alam

Aktivitas outdoor memang memiliki banyak pilihan menarik. Tak perlu mendaftar dalam layanan edukasi khusus, karena biasanya batita juga belum terlalu bisa berpartisipasi. Pergi ke kebun binatang, bermain di tepi pantai yang tenang, hiking, atau ikut berkebun di halaman rumah juga sudah cukup. Biarkan anak melihat dan merasakan alam dalam bentuk aslinya. Sesekali lepas alas kakinya untuk berpijak pada rumput, tanah, dan bebatuan. Ajak mengusap kucing, memberi makan ikan, mencium wangi bunga, mendengar cicit burung, dan mencicipi buah-buahan. Banyak yang bisa dieksplorasi, sehingga batita akan betah.

Seru, bukan? Tak hanya batita yang akan  menikmati aktivitas ini, tapi orang tua dan orang dewasa sebagai pengasuh utamanya juga akan menikmati. Dengan syarat, tetap perhatikan keamanan dan kenyamanan batita, tidak perlu memikirkan target-target yang harus dicapai dari sebuah permainan, amati, dan sudahi permainan saat anak mulai lapar dan capek. Jika orang tua dapat menikmati setiap momen bermain bersama anak, maka aura positif pun akan anak-anak rasakan sehingga hal ini bisa mengurangi kerewelan anak. Bermain dan bersenang-senanglah!

Referensi:

  • Manfaat Bermain untuk Bayi, Telah Terbukti oleh Sains! 

(https://parenting.orami.co.id/magazine/manfaat-bermain-untuk-bayi/)

  • Begini Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak 

(https://www.alodokter.com/begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak)

(https://www.educationalplaycare.com/blog/sensory-play-important-development/)

  • Unstructured Play for Children 

(https://www.verywellfamily.com/unstructured-play-2764971)

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *