Mengasah Kemampuan Anak Bersosialisasi dengan Bermain

Meskipun dikategorikan sebagai mahluk sosial, anak masih perlu dibantu untuk bersosialisasi dengan cara pembiasaan sejak usia dini. Salah satunya dengan cara aktif mengajaknya bermain. Permainan bisa membantu anak untuk belajar tentang sosialisasi. Tentu saja prosesnya tidak langsung berjalan mulus, pasti akan ada masalah menghadang. Namun, ini adalah hal yang wajar. Sebuah telur dadar tidak akan

Bermain Bisa Bikin Pintar!

Kata siapa bermain hanya menghabiskan waktu tanpa makna? Di tangan orang tua kreatif, kegiatan bermain bisa turut mencerdaskan buah hati. Apalagi jika permainannya mengasah otak dan otot, hal itu akan menjadi pondasi yang bagus bagi sang anak ketika dia dewasa nanti. Memberikan anak waktu untuk bermain dan tidak menjejalinya dengan berbagai kegiatan akademis yang belum

Bermain yang Bermakna

Jangan pandang enteng kegiatan bermain. Tidak melulu kegiatan bermain itu hanya membuang-buang waktu saja. Sigmund Freud–seorang psikoanalisis klasik–menegaskan bahwa bermain memiliki nilai teurapetik melebihi tontonan hiburan di layar ponsel. Apalagi jika anak bermain dengan orangtua, banyak manfaat positifnya. Seperti apa dan bagaimana sebaiknya orangtua bermain dengan anaknya? Sesuai dengan sifatnya yang senang bermain (homo luden),