PUSAT STUDI PAUD TINGKAT ASEAN AKAN DIBANGUN DI INDONESIA

Selayaknya sebuah bangunan yang kokoh, guna membangun bangsa yang kuat, mutlak diperlukan pondasi yang kuat pula. Masyarakat semakin sadar, kritis, dan cerdas, terutama para orang tua, dalam menyiapkan masa depan anak-anak mereka. Salah satu penunjang perkembangan anak yang menjadi pertimbangan orang tua adalah mengikutsertakan manusia-manusia kecil penerus bangsa ini untuk menempuh pendidikan usia dini.
Melihat adanya kebutuhan untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas serta pentingnya pembentukan karakter anak bagi masa depan suatu negara, Indonesia mengusulkan pendirian Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Early Childhood Care and Education Parenting (SEAMEO CECCEP) di Tanah Air yang akan disahkan pada Juli mendatang.
SEAMEO CECCEP adalah salah satu dari sejumlah regional center, yang merupakan bagian dari organisasi menteri menteri pendidikan negara ASEAN. Pendirian pusat pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan keluarga ini juga merupakan salah satu perwujudan komitmen negara ASEAN dan Timor Leste dalam meningkatkan daya saing masyarakat ASEAN.
Secara umum, SEAMEO CECCEP bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga dikawasan Asia Tenggara. Dengan demikian, diharapkan terjadi pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman, termasuk pertukaran sumber daya antarnegara ASEAN.
Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar mengatakan pengusulan pendirian SEAMEO CECCEP di Indonesia berdasarkan pemikiran bahwa Indonesia merupakan negara yang besar dan sangat beragam serta didukung perekonomian yang pesat. Selain itu, Indonesia telah melaksanakan sejumlah program dalam bidang pendidikan dan pengasuhan anak usia dini serta pendidikan keluarga melalui beberapa perguruan tinggi.
“Indonesia sangat cocok dijadikan pusat studi karena keadaan penduduknya sangat beragam mirip dengan keragaman masyarakat ASEAN,” katanya. Walaupun seluruh negara Asia Tenggara memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi PAUD maupun pendidikan keluarga, di negara masing-masing, tetap ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Terbatasnya akses untuk memperoleh pendidikan berkualitas, kualifikasi dan kompetensi guru, serta kebijakan dan kerangka pembelajaran yang tidak memadai untuk pengembangan program merupakan beberapa tantangan yang dihadapi PAUD.
“Sulitnya orang tua mengontrol emosi, hukuman tanpa kekerasan dalam menyelesaikan masalah, serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak juga menjadi tantangan dalam pendidikan keluarga,” ujarnya. Selain itu, pendidikan bagi keluarga kurang beruntung menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.
SEAMEO CECCEP memiliki tiga pendekatan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Melalui penelitian dan pengembangan pada tingkat lokal, nasional, dan internasional, pengembangan kapasitas yang ditandai dengan mengadakan training, workshop, dan program magang, guna melahirkan para praktisi dan profesional, juga menggunakan hasil penelitian untuk mengadvokasi kebijakan. Harris berharap SEAMEO CECCEP akan menjadi lembaga pusat pemikiran tingkat internasional dalam bidang PAUD dan pendidikan keluarga di Asia Tenggara. Selain itu, kata Harris, hal itu akan banyak membawa dampak positif bagi negara. “Riset-riset akan banyak dilakukan di Indonesia, akan banyak guru dari luar negeri yang belajar ke Indonesia, yang juga akan membawa lebih banyak wisatawan asing ke Indonesia. Sehingga kita mendapat manfaat yang besar dari lalu lintas arus pemikiran dan gagasan itu,” tuturnya.
Sumber : Majalah Tempo

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *