Membangun Jejaring Mitra, SEAMEO CECCEP Melaksankaan Consultative Meeting 2nd FYDP

Di dalam upaya untuk mengembangkan Early Childhood and Care Education (ECCE) and Parenting, SEAMEO CECCEP membangun jejaring dan mitra melalui kegiatan pertemuan. Kegiatan pertemuan ini mengambil tema “Strategic Issues In ECCE And Parenting In Indonesia And Southeast Asia” yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure, Bandung. Acara ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Governing Board Meeting SEAMEO CECCEP ke-empat. Total peserta di dalam kegiatan ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari satuan pendidikan (sekolah mitra SEAMEO CECCEP). Turut hadir pula alumni pelatihan atau trainer SEAMEO CECCEP, anggota organisasi profesi serta akademisi dan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan SEAMEO CECCEP dapat memperoleh masukan yang berkenaan dengan arah kebijakan dan pengembangan program PAUD dan parenting di Indonesia. Di sisi lain, juga diharapkan adanya arahan dalam kebijakan dan pengembangan pembinaan guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Di dalam sambutannya direktur SEAMEO CECCEP Dr. Dwi Priyono, M.Ed  menyampaikan bahwa SEAMEO CECCEP membutuhkan masukan demi perkembangan pendidikan anak usia dini dan Parenting. “Kami berterima kasih atas kedatangan bapak dan ibu yang telah hadir. Kami ingin meminta saran dan masukan kepada mitra apa yang seyogyanya kami kerjakan untuk lima tahun kedepan. Kami meminta bapak-ibu untuk memberikan saran untuk membantu guru PAUD baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara”. Tutur Dwi Priyono

Terdapat empat narasumber yang mengisi kegiatan ini yaitu terdiri dari Dr. Santi Ambarrukmi (Direktur pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD, Kemendikbudristek), Anang Ristanto., M.A (Plt Kepala Biro dan Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbudristek), Dr. Poppy Dewi Puspitawati, M.A (Plt. Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas) dan Ith Vuthy (Deputy of Director for Programme SEAMEO CECCEP).

Di dalam pemaparannya Dr. Santi menyatakan bahwa salah satu kebijakan nasional yang terkait dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif, indonesia telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) PAUD HI. Adanya rencana aksi nasional ini bertujuan untuk mengurangi percepatan stunting. 

Di sisi lain Anang ristanto menyatakan bahwa untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan anak usia dini membutuhkan kualitas guru yang baik. Di dalam upaya meningkatkan kualitas guru maka pemerintah Indonesia sudah memfasilitasi dengan program yang sudah ada. Salah satu program tersebut yaitu diklat berjenjang dan kolaborasi dengan berbagai bidang baik ditingkat nasional maupun internasional. 

Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperluas jejaring kerja sama yang strategis antara kementerian dan lembaga, serta antar negara yang mendukung pengembangan PAUD dan parenting yang berkualitas. Setiap lembaga atau instansi dapat saling berbagi contoh baik (good practices) pengembangan dan implementasi program PAUD di Indonesia.

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *