SEAMEO CECCEP Menyelengarakan 2nd International Conference Early Childhood Care Education and Parenting (ICECCEP)

South Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) mengadakan 2nd International Conference on Early Childhoiod Education and Parenting (ICECCEP) pada tanggal 17-18 November 2021. International Conference kali ini mengangkat tema Redefining the Effective Approach for Developing Early Childhood in the Post-Pandemic Era. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Patra Cirebon secara blended melalui platform zoom dan juga disiarkan secra live melalui kanal youtube. Sebanyak 140 peserta yang bergabung dalam International Conference baik melalui zoom meeting maupun hadir secara langsung.

Kegiatan ini diawali dengan Organizing Committee Report oleh Ith Vuthy yaitu Deputy Director for Program SEAMEO CECCEP. Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari Director SEAMEO Secertariat Dr. Ethel Agnes Pacua-Valenzuela dan pembukaan secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon Bapak Arif Nurudin, M.T

“Melalui kegiatan international conference yang dilakukan secara hybrid ini kita bisa membahas ECCE dan parenting di era pasca pandemi. Banyak anak-anak lahir selama pandemi. 20 bulan terakhir, tapi mungkin mereka melihat dunia yang berbeda, di dalam rumah, orang tua belajar di rumah. Dengan acara ini kita akan berkolaborasi tentang kompetensi, strategi pembelajaran, teknologi, filosofi, dan juga strategi fleksibel di era pascapandemi, Tutur  Dr. Ethel Agnes P Valenzuela.

Selanjutnya dalam sambutannya Arif Nurudin, M.T selaku Drector UMC menyebutkan bahwa ICECCEP merupakan konferensi kerjasama antara SEAMEO CECCEP dan UMC. Melalui kegiatan ini, harapannya akan berdampak pada pendidikan anak usia dini, baik dalam proses pembelajaran dan juga strategi di wilayah penelitian bidang ECCE. Acara ini juga dapat menjalin kerjasama di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan hari pertama dibagi menjadi 3 (tiga) Plenary Session dengan 2 (dua) orang speakers pada masing-masing sesinya. Sesi pertama dibuka dengan pemaparan dari Prof Marek Tesar dengan topik Childhood in a New Key: The Future of pandemic Education yang memaparkan mengenai beberapa pembelajaran yang dapat kita ambil dari pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Pembelajaran tersebut diantaranya adalah bahwa teknologi ternyata tidak dapat memperbaiki permasalahan Pendidikan dan pada akhirnya, orangtua adalah guru utama anak.

Pada kesempatan tersebut dilanjutkan oleh Prof. Chiaki Kiwa yang mengangkat tema mengenai Japans Early Childhood Care and Education during the Pandemic. Pada pemaparannya Prof. Chiaki Kiwa banyak menjelaskan mengenai strategi apa saja yang dilakukan oleh sekolah-sekolah di Jepang dalam melakukan pembelajaran pada situasi pandemi.

Sesi kedua diisi pemaparan Dr. Sofia Hartati, M.Si mengenai The Future of Knowing: Challenges to Develop Early Childhood. Pada pemaparannya ibu shofia menyampaikan mengenai dampak dari Covid-19 pada anak, orangtua, guru, dan Lembaga Pendidikan juga tantangan apa saja yang dihadapi oleh Indonesia dalam menjalani Early Chidhood Care and Education (ECCE) di masa pandemi ini. Berlanjut dengan pemaparan oleh Mr. Kadir Kaan dengan tema Early Childhood-Education in Germany. Beliau menuturkan tentang sejarah terbentuknya ECCE di German dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pilar-pilar ECCE yang ditanamkan pada Pendidikan anak di German.

Pada sesi terakhir dihari pertama, yaitu sesi ke 3 diawali dengan pemaparan oleh Mrs. Ines Provoost. Mengangkat topik Redefining the Effevtive Approach for Developing Early Childhood in the Post-pandemic Era Mrs. Ines tidak hanya memaparkan mengenai dampak, tantangan, dan pelajaran yang dapat diambil dari Covid-19 tetapi juga membahas mengenai resilience dan ECCE pasca era pandemi. Pemaparan terakhir sekaligus sebagai penutup sesi di konferensi hari pertama, disampaikan oleh  Dr. Irfan Fauzi Rachmat, M.Pd dengan topik The Impact of Technology On Children and Shift in Parenting to Post pandemic Era dimana topik tersebut merupakan hasil dari penelitian disertasinya. Pada sesinya Dr. Irfan membahas lebih jauh mengenai berbagai permasalahan yang muncul ketika anak terlalu banyak berinteraksi dengan gadget selama masa pandemi.

Sementara itu, kegiatan konferensi hari ke-2 pada tanggal 18 November 2021 difokuskan pada Pararell Session yang kemudian dilanjutkan dengan closing remarks oleh SEAMEO CECCEP Director Dr. Dwi Priyono, M.Ed. Direktur mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, dan semoga kegiatan international conference memberikan kontribusi untuk memajukan pendidikan anak usia dini dan parenting. Terakhir kegiatan ini ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan bagi pembicara sekaligus moderator.

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *